Editor : Martin Simamora, S.IP |Martin Simamora Press

Rabu, 08 Februari 2017

Bagaimana Teknologi Akan Mentransformasi Industri Dan Masyarakat? (1)



Forum Ekonomi Dunia telah memulai proyek riset “Digital Transformation Initiative” untuk mengeksplorasi dampak digitalisasi pada segenap pelosok 13 industri utama. Riset tersebut mengidentifikasikan sejumlah teknologi yang diharapkan  memiliki dampak paling banyak dalam mentransformasi bisnis dan masyarakat:


Percetakan 3D: Manufaktur berdasarkan permintaan
Dalam percetakan 3D, atau Additive Layer Manufacturing (ALM), obyek-obyek diciptakan dari dokumen-dokumen digital cetak biru dengan menelentangkan lapisan-lapisan material secara bersusun. Rentang material yang dapat digunakan dengan mesin-mesin pencetak telah meluas secara signifikan selama dekade belakangan ini, memampukan solusi-solusi  berdasarkan permintaan atau on demand dan dapat disesuaikan dengan keperluan  yang sangat dioptimasi dengan tambahan kecil biaya per unit.


Industri-industri logistik dan rantai nilai  bisa terganggu, sebab percetakan 3D dapat menolong konsumen dan  usaha-usaha bisnis dalam mencetak obyek atau benda yang mereka inginkan di suatu tempat yang dekat dengan lokasi bisnis mereka sendiri, mengurangi keperluan suku-suku cadang dan barang-barang yang harus dikirimkan.


Pada retail, 3D meningkatkan kemungkinan pencetakan produk untuk kebutuhan di toko dan memampukan kustomisasi produk bagi para konsumen- pada semua hal, mulai dari tampilan, pengemasan, cita rasa dan kandungan nutrisi. Dalam bidang perawatan kesehatan, 3D dapat mempersonalisasi berbagai perangkat dan berbagai perangkat implan sehingga sesuai dengan anatomi-anatomi pada setiap individu, secara drastik mengurangi kebutuhan membeli berbagai jenis produk dalam jumlah yang sangat besar.

Z printer 850- i.materialise.com

Percetakan 3D dapat memiliki sebuah dampak signifikan pada lingkungan- mengurangi jumlah produk yang tak terjual, memangkas gas-gas buangan transportasi dan  menciptakan berbagai peluang menghasilkan material yang dapat diuraikan oleh bakteri-bakteri atau organisme-organisme hidup lainnya (biodegradeable). Rata-rata, dapat menghasilkan 5 hingga 10 persen material sampah menggeserkan 90 hingga 95 persen material sampah yang dihasilkan tehnik-tehnik permesinan yang menciptakan  bagian-bagian atau obyek-obyek dengan cara memotong sebuah blok keras material.


Terdapat implikasi-implikasi legal dan  etika yang harus yang harus ditangani dalam area-area bioprinting, pencetakan senjata-senjata 3D, dan pemberian lisensi. Biaya, juga, tetap merupakan sebuah halangan besar untuk mengadopsi: sebuah pencetak 3D industrial dapat mencapai harga hingga  $1 juta.



Kecerdasan Buatan (AI): Memperbaiki kemampuan manusia dengan mesin
Kecerdasan buatan mengembangkan komputer-komputer, sehingga dapat mempersepsikan dunia, mengumpulkan data, memahami data yang telah dikumpulkan dan bertindak secara mandiri - semua dimungkinkan  oleh  kemampuan mempelajari dan beradaptasi sepanjang waktu.

Dengan otomasi kerja-kerja rutin, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membebaskan manusia-manusia untuk fokus pada pemecahan-pemecahan masalah ditingkat lebih tinggi. Dalam cara ini, inovasi-inovasi digital memperbaiki produktivitas di tempat kerja (diharapkan meningkat sebesar 22% pada 2020) dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan (sebesar 4%  setahun pada 2019).

Teknologi penghindar kecelakaan dalam membantu mengemudikan kendaraan-kendaraan sudah mengurangi angka kecelakaan. Ketika  mobil-mobil  dengan kecerdasan  buatan melaju secara otomatis tanpa pengemudi telah mencapai jumlah populasi kritikal yang diperlukan, maka dipastikan angka pencapaian penghindaran kecelekaan tadi, akan merosot. Kelihatannya truk-truk yang berjalan otomatis tanpa perlu dikemudikan pengemudi untuk pengiriman barang atau logistik akan tersedia di pasar sebelum mobil-mobil otomatis tanpa pengemudi.


Retailer akan menggunakan AI untuk optimisasi biaya rantai produksi. Pada took-toko retail fisik, AI telah memungkinkan pembantu-pembantu digital yang akan secara mulus tanpa hambatan dan otomatis untuk menemukan, memesan dan memberikan pilihan ideal bagi para konsumen, memenuhi pengharapan konsumen yang terus meningkat akan mendapatkan kepuasan instan.

Volume data yang dihasilkan oleh organisasi-organisasi perawatan kesehatan telah meningkat secara menakjubkan, dan informasi ini memberikan pasokan data bagi teknologi-teknologi analitik dan mesin-mesin berkemampuan belajar untuk meningkatkan pemberian perawatan-perawatan kanker, intervensi-intervensi tindakan dan teknologi medis yang dipersonalisasi, memprediksi penyakit-penyakit kronis, upaya perubahan perilaku, dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk menghadirkan obat-obat baru di pasar.

Ada pertanyaan-pertanyaan  lintas industri lebih luas yang harus dijawab: bagaimana kita mempersiapkan manusia-manusia yang telah digantikan  untuk mengisi peran-peran yang telah diciptakan oleh kecerdesan buatan atau AI? Bagaimanakah kesejahteraan yang telah diciptakan oleh mesin-mesin didistribusikan? Bagaimana kita dapat menjaga terhadap kesalahan-kesalahan AI dan mengeliminasi bias AI? Bagaimana kita menjaga kendali atas sistem-sistem kompleks, pintar?



Kendaraan-Kendaraan Autonomous: sebuah kekuatan pendorong bagi masa depan
Dampak potensial kendaraan-kendaraan autonomous atau yang dapat memerintah dirinya sendiri (autonomous) tidaklah berlebihan untuk dikatakan sebagai revolusioner. Kendaraan-kendaraan yang  berkemampuan  memberikan bantuan mengemudi dan mengendarai dirinya sendiri  dapat memberikan sebuah nilai kombinasi sebesar  $3 triliun, menyelamatkan 1,2 juta jiwa, dan mereduksi gas buangan sebesar 540 juta metrik ton selama 10 tahun mendatang.



Keuntungan-keuntungan lebih lanjut dapat datang dari meningkatnya mobilitas bagi mereka yang saat ini tak dapat mengemudi (yang buta, yang terbatas secara fisik, yang lanjut usia, dan yang masih terlalu muda), mengurangi peluang bagi biaya waktu di dalam kendaraan sebagai penumpang sehingga dapat menjamin aktivitas-aktivitas lain, mengurangi  biaya kemacetan dan mengurangi kebutuhan akan ketersedian lahan khusus parkir, memungkinkan pengembangan lebih besar kota-kota.

Penyebarluasan adopsi  kendaraan autonomous dalam waktu dekat mendatang ini, dihambat oleh restriksi  tehnik dan keraguan para legislator terhadap  keamanannya, hambatan-hambatan infrastruktur, biaya pengembangan dan penerimaan konsumen yang tak dapat diperkirakan. Konsekuensinya, produksi kendaraan autonomous akan memerlukan sebuah transformasi penuh pada pengoperasian-pengoperasian otomotif dan ekosistem penunjangnya.

Rute menuju jumlah minimal bagi adopsi kendaraan autonomous ini tidak jelas. Penerimaan mungkin terjadi setelah bertahun-tahun pengenalan-pengenalan secara bertahap dan dalam skala yang telah ditetapkan akan fungsi-fungsi autonomous (kemampuan bantu dalam mengendarai) secara spesifik  atau secara  cepat, melalui pengembangan langsung teknologi radikal “mengemudi sendiri” yang baru. Pemain-pemain utama sedang mengejar salah satu atau kedua pendekatan ini.


(bersambung ke bagian 2-selesai)

Tan Wee Kang - eGovInnovation, 20170205 |Martin Simamora

Tidak ada komentar:

Corruption Perceptions Index 2014

Russia e-Government : One Click State

e-Government: have we forgotten of the public sector context?

Eight mega trends in e-government for the next eight years

World Economic Forum : Smart Grids Explained

Fraunhofer Fokus : e-Government & Applications

Berita Terbaru


Get Widget